Harga Bitcoin Diprediksi akan Menembus US$10.000

Dilansir dari CCN, nilai bitcoin (BTC) yang semakin tinggi memicu gelombang ketakutan ketinggalan info atau FOMO (fear-of-missing-out) di antara mereka yang senang akan kematikan bitcoin. Salah satu pendiri Fundstrat, Tom Lee, melakukan pemungutan suara terkait FOMO terhadap bitcoin melalui akun twitter miliknya. Sebelum dia menutup pemungutan suara selama akhir pekan, hampir 8.000 orang telah berpartisipasi. Sebagian besar dari mereka percaya bitcoin akan menembus $10.000 lagi.

Lee dikenal karena prediksi tingginya terhadap harga bitcoin pada tahun 2018 yang tidak pernah menjadi kenyataan. Namun tahun ini, momentum ada di pihaknya. Bulan lalu, Lee mengatakan harga bitcoin kemungkinan akan menunjukkan nilai tertinggi baru sepanjang sejarah pada tahun 2020. Dia menyatakan bahwa musim semi kripto telah muncul.

Meskipun jajak pendapat Lee adalah cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi apa yang orang pikirkan tentang penurunan harga bitcoin, dia mengemukakan argumen serius mengapa bitcoin bull berada di tempat yang baik. Dia mengutip beberapa katalis yang mendorong harga bitcoin lebih tinggi, antara lain peningkatan volume transaksi blockchain, sinyal teknis bullish, dan peningkatan volume perdagangan kripto.

Lee mengakui bahwa adopsi mata uang kripto — sebagai indikator fundamental utama — belum berakar di AS. Sementara itu, di negara lain seperti Venezuela dan Turki, penggunaan mata uang kripto sedang meningkat.

Fidelity Investments akan meluncurkan layanan perdagangan kripto dalam beberapa minggu ini. Hal tersebut juga berperan dalam mendorong harga lebih tinggi. Fidelity menyatakan produk perdagangan mata uang kripto ditujukan untuk pedagang institusional dan sebagai langkah awal akan fokus pada BTC.

Sumber: CCN

The post Harga Bitcoin Diprediksi akan Menembus US$10.000 appeared first on CoinDaily.

Source: CoinDaily.co.id