Jepang Perkenalkan Aturan Baru Perdagangan Margin Cryptocurrency

Regulator keuangan Jepang dilaporkan telah memperkenalkan peraturan baru untuk perdagangan margin cryptocurrency. Kantor berita lokal Jepang Nikkei melaporkan hal itu pada 18 Maret 2019, yang dilansir melalui Cointelegraph.

Kabinet Jepang dilaporkan menyetujui rancangan amandemen terhadap undang-undang instrumen keuangan dan jasa pembayaran Jepang, yang membatasi leverage dalam perdagangan margin cryptocurrency dengan dua hingga empat kali lipat setoran awal.

Perdagangan margin adalah penggunaan dana pinjaman dari broker untuk memperdagangkan aset keuangan, sehingga membentuk jaminan untuk pinjaman.

Aturan baru – yang dilaporkan akan mulai berlaku pada bulan April 2020 – akan mewajibkan operator bursa cryptocurrency untuk mendaftar dalam waktu 18 bulan sejak tanggal tersebut. Aturan baru itu akan memungkinkan Financial Services Agency (FSA) atau Otoritas Jasa Keuangan Jepang untuk memperkenalkan langkah-langkah yang relevan sehubungan dengan “operator semu” cryptocurrency yang tidak terdaftar.

Setelah diberlakukannya peraturan baru, entitas yang berurusan dengan cryptocurrency akan dipantau secara serupa dengan pedagang sekuritas untuk melindungi investor. Selain itu, operator cryptocurrency akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam perdagangan margin dan mereka yang mengeluarkan token melalui initial coin offerings (ICO) atau penawaran koin perdana.

Dengan langkah ini, regulator dilaporkan ingin mengamankan investor agar tidak terjebak dalam skema Ponzi, serta mendorong perusahaan yang sah untuk mempraktikkan penawaran koin perdana sebagai alat penggalangan dana.

Pada bulan Januari 2019, FSA mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan peraturan untuk perusahaan kripto yang tidak terdaftar yang meminta investasi dalam cryptocurrency. Perkembangan ini dilaporkan sebagai upaya untuk menutup celah dalam kerangka peraturan yang ada di negara itu, bahwa perusahaan yang tidak terdaftar yang mengumpulkan dana dalam crypto dan bukan mata uang fiat tetap di zona abu-abu legal.

Kembali pada Agustus 2018, komisioner FSA mengatakan bahwa FSA menginginkan industri cryptocurrency dapat “tumbuh di bawah regulasi yang sesuai” untuk menemukan “keseimbangan” antara perlindungan konsumen dan inovasi teknologi. Komisioner itu menyatakan, “Kami tidak punya niat untuk mengekang [industri crypto] secara berlebihan. Kami ingin melihatnya tumbuh di bawah regulasi yang tepat.”

Sumber: cointelegraph.com

The post Jepang Perkenalkan Aturan Baru Perdagangan Margin Cryptocurrency appeared first on CoinDaily.

Source: CoinDaily.co.id