Peretas Berusia 18 Tahun Curi Mata Uang Kripto Bernilai Jutaan Yen

Dilansir dari CCN, seorang peretas berusia 18 tahun mencuri aset kripto Monacoin senilai 15 juta yen (sekitar US$ 134.640). Di Monappy — platform yang memungkinkan pengguna Monacoin menyimpan dananya — peretas memulai transaksi dengan jumlah yang besar dalam waktu tertentu untuk membebani kerja sistem. Antara 15 Agustus dan 1 September 2018 peretas tersebut mencuri dana 7.700 pengguna.

JapanToday melaporkan bahwa peretas itu mengatakan kepada polisi bahwa dia memulai serangkaian serangan peretasan terhadap platform tersebut karena merasa seperti menemukan trik — yang tidak diketahui orang lain — dan melakukannya seolah-olah dia sedang bermain video game. Peretas dilaporkan menemukan kerentanan pada platform Monapay yang dipicu ketika platform itu menerima banyak permintaan transaksi secara tiba-tiba. Ketika sistem tersebut macet dengan permintaan transaksi, peretas mengambil keuntungan dan diduga mengalokasikan lebih dari seratus ribu dolar dalam bentuk kripto. Polisi melaporkan kesulitan menemukan dan mengidentifikasi sosok di balik pelanggaran keamanan platform tersebut karena peretas menggunakan aplikasi Tor.

Dalam beberapa tahun terakhir, bursa mata uang digital utama seperti Coinbase dan Binance telah memperkuat sistem cold wallet untuk melindungi dana pengguna, karena cold wallet tidak dapat dijangkau oleh peretas bahkan jika terjadi pelanggaran keamanan. Pada bulan Desember 2018, Coinbase memindahkan 5% dari semua bitcoin, 8% dari semua Ethereum, dan 25% dari semua Litecoin yang beredar ke cold wallet storage. Beberapa bulan mendatang, diharapkan akan lebih banyak bursa dan platform mata uang kripto mengadopsi sistem cold wallet storage yang canggih untuk mengamankan dana pengguna dan mencegah serangan peretasan.

Sejak peretasan Coincheck pada Januari 2018, dengan mata uang kripto bernilai lebih dari US$ 500 juta dicuri, FSA (Financial Services Agency) Jepang menjadi sangat ketat dalam memeriksa bursa mata uang kripto. Di Jepang, perusahaan dapat beroperasi sebagai bursa setelah mendapatkan lisensi dari FSA. Pada akhir 2018, laporan mengungkapkan bahwa permintaan dari hampir 160 perusahaan sedang menunggu persetujuan FSA.

Sementara FSA telah memperluas tim peninjau mata uang kripto untuk memfasilitasi pertumbuhan pasar lokal. Jika pelanggaran keamanan dan serangan peretasan tetap ada, analis lokal mengharapkan FSA untuk memperketat kebijakan seputar pasar mata uang kripto.

Sumber: CCN

The post Peretas Berusia 18 Tahun Curi Mata Uang Kripto Bernilai Jutaan Yen appeared first on CoinDaily.

Source: CoinDaily.co.id